TPS3R Caturharjo Jadi Solusi Masalah Sampah

MUSNAHKAN: Kardiono pekerja di tempat pengolahan sampah Caturharjo sedang membakar sampah di mesin Terminator. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) menjadi solusi dalam mengatasi masalah sampah di Kalurahan Caturharjo. Bahkan keberadaan TPS3R ini direncanakan tidak hanya untuk menanggulangi sampah di Caturharjo saja, tapi juga akan berbasis kawasan sekitarnya.

Lurah Wasdiyanto Caturharjo mengklaim sudah menyelesaikan permasalahan sampah di tingkat kalurahan. Pihaknya berpendapat warga sudah aktif melakukan pemilihan sampah anorganik dan organik, sehingga mekanisme pengolahan menjadi lebih terkendali.

Dia menjelaskan, sampah-sampah di rumah warga Caturharjo sejauh ini sudah teratasi. Sampah-sampah organik ditangani dengan mekanisme pengomposan melalui jogangan atau lubang tanah. Sedangkan sampah anorganik dipilah dan dibeli oleh BUMKal.

”Jadi sampah anorganik warga itu selama ini dikumpulkan di rumah pilah berbasis Padukuhan. Kemudian diambil oleh BUMKal. Bahkan kami juga mengambil sampah residu untuk dimusnahkan, hanya saja warga dikenakan tarif retribusi Rp 25 ribu per bulan,” terangnya.

Meskipun sudah menyelesaikan persoalan sampah, tahun ini pihaknya juga mendapatkan anggaran dari Pemerintah DIY untuk membuat TPS3R. ”Di situ kami akan mengelola sampah anorganik untuk bisa ditingkatkan pemanfaatannya. Kalau yang seperti botol bisa dicacah dan dibikin produk seperti paping dan sebagainya,” katanya.

Lebih rinci, TPS3R ini akan dibangun di tanah kas desa dengan luas 4.000 meter persegi. Pembangunannya diperkirakan pada Agustus atau September mendatang. ”Penataan lahan sudah selesai, ini masih menunggu pemenang tendernya saja,” ungkapnya.

Volume produksinya nanti diperkirakan sekitar 3 – 4 ton per hari. Sedangkan sampah yang dihasilkan dari Kalurahan Caturharjo, dia menyebut, hanya sekitar 2 – 3 ton. Itu pun selama ini sudah mampu ditangani.

”Kami rencanakan TPS3R ini nanti berbasis kawasan, bukan hanya Caturharso saja. Manfaatnya tidak hanya untuk kebersihan lingkungan, tapi juga manfaat untuk pendapatan masyarakat Caturharjo,” tutupnya. (nik/ila)