BANTUL, Joglo Jogja – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan mengirimkan sejumlah mahasiswa seniman muda ke berbagai desa di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pengiriman ini bertujuan memanfaatkan potensi seni di desa-desa tersebut guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Rektor ISI Yogyakarta Dr. Irwandi mengungkapkan, mahasiswa, dosen, dan perwakilan pemerintah desa atau pelaku seni berdiskusi untuk mengidentifikasi potensi seni dan permasalahan yang ada. Diskusi ini bertujuan mencari solusi alternatif untuk memaksimalkan potensi seni di desa-desa yang dituju.
“Mahasiswa yang akan didampingi oleh dosen ini akan membantu mengembangkan potensi seni di desa, sebuah inisiatif yang merupakan bagian dari Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3Wilsen),” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, melalui P3Wilsen, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dalam menghadapi berbagai masalah yang tidak ditemui di kampus dan belajar cara mengatasinya. Pengalaman ini akan melengkapi pendidikan intrakurikuler yang telah mereka terima, sehingga kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan seni dalam kehidupan bermasyarakat dapat meningkat.
“Program ini juga diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, kewirausahaan, kepemimpinan, dan pengelolaan seni mahasiswa. Program ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan potensi seni di suatu daerah sehingga dapat menjadi industri kreatif yang mampu memberdayakan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) ISI Yogyakarta, Dr. Eli Irawati menyebut, sebanyak 115 mahasiswa dari berbagai program studi ISI Yogyakarta diterjunkan ke 20 desa. 10 desa di Yogyakarta, 9 desa di Jawa Tengah, dan 1 desa di Jawa Timur.
“Program ini berfokus pada pembinaan dan pengembangan wilayah seni di masyarakat secara sinergis dan terpadu dengan bidang pendidikan dan penelitian, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan budaya,” tutupnya. (suf/ree)












