BANTUL, Joglo Jogja – Hingga saat ini, hasil survei tahap ke dua bakal calon (balon) Pilkada penjaringan DPD Golkar Bantul belum menuai hasil. Saat ini masih menunggu hasil survei yang dilakukan oleh DPP Golkar itu.
“Kalau surveinya sampai sekarang belum selesai, karena serentak seluruh DIY,” ungkap Paidi, Ketua DPD Golkar Bantul, Senin (29/7).
Seperti yang diketahui sebelumnya, ada delapan kandidat bupati dan wakil bupati yang masuk dalam survei Golkar wilayah Bantul. Tiga nama balon bupati yakni Untoro Hariadi (dosen Universitas Janabadra), Abdul Halim Muslih (Bupati Bantul saat ini), dan Agus Moncer Santoso (pengusaha). Sedangkan untuk lima balon wakil bupati yakni Amin Purnama (advokat), Bejo WTP (Lurah Canden, Jetis), Ali Rasyid (pengusaha) Mujiyat (Pj Bupati di Kalimantan Selatan), dan Ahmad Badawi (tokoh masyarakat).
Meskipun terus menjalankan komunikasi dengan parpol lain, tapi hingga sekarang Golkar masih belum menemukan partner koalisi. Pihaknya menyebut kondisinya masih sangat alot dan masing-masing partai juga masih saling mengintip satu sama lain.
“Karena alot sekali posisi di Bantul ini. Semua partai masih saling mengintip dan menunggu perkembangannya seperti apa,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi ini tidak hanya kepada partai pemenang pemilu, Gerindra, atau PKB selaku partai petahana Bupati Bantul saat ini, tapi ke semua partai. Bahkan dia berujar, kondisi di Bantul ini memang tidak sama dengan kabupaten lain yang sudah mulai mendapatkan kesepakatan koalisi.
“Kalau di kabupaten lain sudah agak terang ya, tapi di Bantul masih belum ini, belum pasti. Sleman dan Gunungkidul, memang sudah mulai kelihatan, tapi tampaknya juga belum menentu,” katanya.
Sementara itu, beberapa waktu lalu, Afnan Hadikusumo, mendapatkan dukungan maju Pilwakot Yogyakarta oleh DPP Golkar. Namun, Paidi mengatakan, bahwa dukungan itu masih bersifat instruksi, bukan rekomendasi.
“Untuk yang di kota, itu instruksi kelihatannya, bukan rekomendasi,” jelasnya.
Terpisah, salah satu nama balon yang masuk dalam survei, Untoro Hariadi, mengatakan, hingga saat dirinya pun masih menunggu hasil survei ke dua dari Golkar. Dia menyebut, dirinya taat aturan dan mengikuti mekanisme partai.
“Mereka kan masih survei, karena mekanisme itu ada survei pertama, ke dua, dan ke tiga. Saya taat aturan, menunggu survei ke dua dari Golkar,” ujarnya. (nik/ree)










