PEMALANG, Joglo Jateng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang mendukung percepatan realisasi pemerataan pendidikan di wilayah tersebut. Salah satunya dengan mendorong percepatan pengajuan pembangunan sekolah baru untuk tingkat menengah atas atau SMA Negeri ke pemerintah provinsi (pemprov). Total ada tiga kecamatan di wilayah punggung yang masih belum memiliki SMA Negeri, yaitu Watukumpul, Pulosari, dan Warungpring.
Hal itu diungkapkan oleh Mokhamad. Safi’i selaku anggota DPRD Pemalang Fraksi PPP di Komisi A bagian Pemerintahan. Dirinya menilai, pemerintah harus bergerak cepat untuk menangani permasalahan pemerataan pendidikan yang belum 100 persen dilakukan hingga 2024 ini.
Sebab, masih ada tiga kecamatan yang belum memiliki sekolah setingkat menengah atas atau SMA Negeri di wilayah punggung. “Masih ada Kecamatan Watukumpul, Pulosari dan Warungpring yang tidak memiliki SMA atau SMK Negeri, itu jadi PR kita bersama,” ucapnya, Rabu (31/7/24).
Dirinya mengusulkan untuk penempatan sekolah, khususnya di Kecamatan Watukumpul dibangun lebih dekat dengan masyarakat. Hal tersebut agar bisa mencakup beberapa desa yang memiliki jarak lebih jauh ke sekolah, terutama adanya sistem zonasi yang membuat siswa-siswi dengan lokasi jauh tidak mendapatkan tempat di sekolah negeri, akibatnya mereka terpaksa tidak bersekolah.
Lebih lanjut, selain pemerataan pendidikan, program pembangunan sekolah baru harus terus didorong untuk memperkecil angka anak tidak sekolah. Terlebih angka Indeks pembangunan manusia (IPM) Pemalang saat ini berada di nomor buncit. Dengan adanya sekolah, diharapkan dapat meningkatkan percepatan pembangunan daerah.
“Pastinya setelah sekolah ada, masyarakat bisa belajar. SDMnya pun naik, diikuti dengan IPM naik, lalu perekonomian berjalan lancar disusul oleh pembangunan daerah yang semakin pesat,” paparnya. (fan/abd)










