JEPARA, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara menggelar pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) di Hotel D’Season Premiere Jepara, pada Selasa-Rabu (8-9/10). Kegiatan ini untuk membekali para pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Jepara yang belum menguasai keamanan produknya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mudrikatun melalui Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Hadi Wibowo menyampaikan sebanyak 80 pelaku IRTP yang telah memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP IRT) dibekali pengetahuan tentang produksi pangan yang baik.
“Pelatihan ini dapat membantu para pelaku IRTP menilai tempat produksi dan produk yang dihasilkan agar memenuhi standar higienis dan aman untuk dikonsumsi,” jelas Hadi sapannya, Rabu (9/10/24).
Ia mengatakan, pelatihan ini difokuskan pada IRTP yang memproduksi olahan kering dengan masa simpan lebih dari tujuh hari yang diolah secara manual tanpa mesin. Materi yang disampaikan mencakup berbagai peraturan perundang-undangan di bidang pangan, keamanan dan mutu pangan, serta prosedur operasi sanitasi yang dikenal dengan Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP).
“Para peserta juga diberikan pemahaman tentang cara produksi pangan yang baik, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP), serta persyaratan label dan iklan pangan,” ungkapnya.
Kemudian, lanjutnya, untuk lebih mematangkan pemahaman para peserta pelatihan, dilakukan pre test dan post test untuk mengukur pemahaman mereka. Setelah itu, para peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat penyuluhan keamanan pangan (PKP).
Lebih lanjut, para pelaku IRTP di Jepara diharapkan dapat meningkatkan kualitas produknya. Sehingga, mampu bersaing di pasar serta dapat memenuhi kebutuhan konsumen. “Kami berharap para pelaku IRTP dapat bersaing di pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen akan produk pangan yang aman dan berkualitas,” terangnya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Anisah mengaku bahwa pelatihan semacam ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM, khususnya UMKM pada jenis makanan. Ia mengucapkan, banyak daripada pelaku IRTP masih belum menguasai pengetahuan agar bisa menarik daya pikat para konsumen.
“Tentu ini kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kami. Karena, banyak dari kami mendapatkan pengetahuan baru tentang produksi olahan yang baik,” paparnya. (cr4/gih)










