SEMARANG, Joglo Jateng – Sebanyak 36 kepala daerah terpilih di Jawa Tengah (Jateng) bakal menjalani retret di Akmil Magelang. Mereka terdiri dari gubernur, 29 bupati, dan 6 wali kota.
Kegiatan retret ini digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuannya untuk menyinkronkan program pemerintah pusat dan daerah. Awalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Darah (APBD) masing-masing daerah ikut menanggung retret ini. Masing-masing kepala daerah Rp 2,7 juta setiap harinya.
Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 200.5/628/SJ tentang Orientasi Kepemimpinan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2025. Kendati demikian, setelah surat edaran itu dikeluarkan pada 11 Feberuari 2025, muncul surat edaran pembatalan yang menyatakan seluruh kegiatan retret di Akmil Magelang akan ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Ema Rachmawati membenarkan adanya pembatalan biaya retret. Sehingga tidak lagi ditanggung APBD.
“Benar (dibatalkan) seluruh biaya retret dikeluarkan dari APBN Kemendagri,” jelas Ema saatt dikonfirmasi, belum lama ini.
Pihaknya tak mengetahui alasan dari pembatalan biaya tersebut. Selanjutnya ada susulan surat edaran yang menyatakan pembiayaan kegiatan Orientasi Kepemimpinan bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun 2025 selama di Akmil Magelang sepenuhnya dibiayai oleh APBN yang bersumber dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Dalam Negeri. Surat edaran susulan ini dikeluarkan oleh Kemendagri pada 13 Februari 2025 lalu.
“Surat diterima dua hari yang lalu, tetapi sorenya langsung dibatalkan. Yang tahu alasan pembatalan Kemendagri. Kita kan tinggal terima berita saja,” tegasnya.
Terpisah Sekda Jateng Sumarno sebelumnya juga menjelaskan kepesertaan retret ditanggung APBD. Apabila dilaksanakan selama 8 hari, maka anggaran yang dikucurkan setiap kepala daerahnya mencapai Rp 22 juta.
Pihaknya menjelaskan jika mengacu pada SE Kemendagri, setelah kepala daerah dilantik Presiden pada 20 Februari di Jakarta mendatang. Mereka akan menuju Akmil Magelang.
“Itu (akomodasi, Red.) dipersiapkan sendiri-sendiri, mau pakai pesawat turun ke Semarang atau di Jogja, mau pakai mobil pribadi dan sebagainya itu bisa langsung ke Magelang,” tandasnya. (luk/adf/ul)










