Pati  

Atik Kusdarwati Sudewo Resmi Pimpin TP-PKK Kabupaten Pati

SAH: Serah terima jabatan Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Pati dari Monica Sujarwanto kepada Atik Kusdarwati Sudewo di Ruang Rapat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/2/25). (PEMKAB PATI/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Atik Kusdarwati Sudewo resmi menjadi Serah terima jabatan. Serah terima jabatan berlangsung di Ruang Rapat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/2/25).

Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan harapannya agar kolaborasi dan sinergi antara TP-PKK, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya dapat terus terjalin dengan baik. Ia yakin, dengan pengurus dan kader yang mumpuni, TP-PKK akan mampu menjadi motor penggerak yang partisipatif dan dinamis, yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi dan kerja sama yang sudah terjalin ini bisa terus diperkuat. Terutama dalam mendukung akselerasi pembangunan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan keluarga”, tuturnya.

Selain itu, Risma juga menekankan beberapa program utama yang harus menjadi fokus. Diantaranya pencegahan stunting dan pernikahan usia dini, peningkatan imunisasi anak. Serta program untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

Dalam kesempatan yang sama, Atik Kusdarwati Sudewo yang kini resmi menjadi Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, juga menyampaikan sambutannya. Pada masa kepemimpinannya akan fokus pada pemberdayaan perempuan dan keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan Kabupaten Pati.

“Saya berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan. Saya juga akan melakukan inovasi untuk memastikan pemberdayaan perempuan dan keluarga menjadi prioritas dalam setiap langkah kita,” ujarnya.

Hal ini, menurutnya, bukan hanya tentang memenuhi 10 Program Pokok PKK. Tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan untuk berkembang dan keluarga untuk lebih sejahtera.

Atik juga mengungkapkan pentingnya peran kader Posyandu dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan perempuan. Terutama dalam pencegahan stunting dan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan anak-anak.

“Kader Posyandu adalah garda terdepan dalam memberikan penyuluhan dan pemantauan. Penguatan peran mereka akan menjadi salah satu fokus utama saya agar program pemberdayaan perempuan dan keluarga benar-benar memberikan dampak yang luas dan mendalam,” tegas Atik. (hms/fat)