“Secara keseluruhan program pelatihan di semua cabang olahraga itu memang intensitasnya 80 persen ke bawah. Artinya kategori sedang, Kategori ringan dan sedang, tidak sampai ke 90 – 100 persen,” tegasnya.
Menurutnya proses pelatihan yang dilaksanakan para atlet mennggunakan prosedur pengukuran dan telah mengacu pada SOP.
Yakni dilakukan menggunakan spot science dengan pengukuran yang objektif dan mempertimbangkan kondisi masing-masing siswa.
“Pengukuran pakai spot science. Nanti ukuran-ukurannya itu bukan ukuran dari pelatih secara fisik, pengamatan, tapi pengukuran-pengukuran secara terukur dengan dukungan alat-alat ukur,” bebernya.
Pihaknya pun menekankan agar BPPLOP lebih memperhatikan kondisi para siswa saat latihan sesuai dengan SOP yang berlaku.
Sehingga hal serupa tak terulang kembali.
“Ada pengukuran-pengukuran yang menggunakan alat ukur. Itu yang di sini kita bisa tahu persis kondisi-kondisi dari para siswa. Itu yang kami tekankan berkali-kali,” tandasnya. (luk).










