SEMARANG, Joglo Jateng – Seorang atlet taekwondo dari Balai Pemusatan Pendidikan Dan Latihan Olahraga (BPPLOP) Jateng bernama Agil Tri Nugroho meninggal saat menjalani latihan di bulan Ramadan pada 5 Maret 2025 lalu.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kepemudaaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Agung Hariyadi membenarkan informasi tersebut.
Pihaknya pun menyampaikam belansungkawanya terhadap musibah yang menimpa atlet taekwondo itu.
“Pada saat latihan karena kondisi fisik nggak mendukung terus kelelahan terus pingsan, setelah dilakukan penanganan kondisi tidak bisa diselamatkan, sehingga dinyatakan meninggal di rumah sakit,” jelas Agung saat dikonfirmasi melalui panggilan suara, Selasa (11/3).
Diketahui atlet yang masih duduk dibangku kelas X itu tak punya penyakit bawaan.
Namun hingga kini proses investigasi masih berlanjut.
Proses investigasi itu, kata Agung, tidak hanya dilakukan secara internal saja tapi juga melibatkan stakeholder terkait hingga pemerintah pusat.
“Saat ini masih dilakukan investigasi pengurus cabang olahraga taekwondo provinsi sampai dengan pusat, kementerian, kemudian dari internal kita sendiri juga terus menggali informasi sampai seobyektif mungkin untuk mengetahui kondisi-kondisi yang terjadi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Agung juga telah konfirmasi kepada BPPLOP terkait dengan program pelatihan selama Ramadan.
Menurutnya proses latihan tidak dilakukan secara full atau menyeluruh, maksimal diangka 80 persen dengan kategori ringan hinga sedang.
Menurutnya keseluruhan cabang olahraga di bulan Ramadan hanya melakukan persiapan, yakni pelatihan fisik.










