Opini  

Mengharap Pada Deep Learning

Sarat akan Makna

Di tengah perdebatan dua pandangan tentang “school does not matters” dan “school matters“, muncul pula gagasan mengenai perlunya mengembangkan pendidikan bermakna di Indonesia. Gagasan ini muncul akibat dorongan keprihatinan terhadap sistem pendidikan yang berkembang. Adanya persepsi bahwa pendidikan kurang memberikan makna untuk memajukan kehidupan, menyejahterakan dan menghormati kehidupan manusia (Wasitohadi: 2012).

Pendidikan bermakna juga menjadi pakem dalam pendekatan Deep Learning. Pendidikan yang bermakna akan menumbuhkan pribadi generasi muda bangsa yang kuat secara mental dan proaktif pada kebutuhan akan kontruksi pengetahuan baru. Dengan berangkat dari model pengetahuan lama yang dimiliki serta kebutuhan atas kondisi lapangan kehidupan, pengendalian atas munculnya kontruksi pengetahuan baru mampu menjadi potensi yang luar biasa besar bisa diraih oleh bangsa kita semuanya. Khususnya oleh generasi muda bangsa.

Menggembirakan Lingkungan

Suasana adalah keadaan suatu peristiwa atau keadaan lingkungan sekitar. Suasana akan mempengaruhi berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Pun termasuk dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah ataupun lingkungan lainnya. Suasana yang baik/menyenangkan/menggembirakan pastinya nanti akan memberikan efek kenyamanan. Sebaliknya, suasana yang buruk akan menurunkan tingkat pemahaman dan hasil pembelajaran (Siti Nurjanah: 2022).

Pendidikan yang menggembirakan (Joyful Education) adalah konsep dimana keberlangsungan dan keberlanjutan prosesnya mampu menyediakan ruang yang tidak terbatas pada atribut antara guru sebagai pengajar dan siswa sebagai pelajar. Guru terbuka atas segala potensi pembelajaran dari aktivitas peserta didik atas kebutuhan, keinginan, minat dan bakat yang dimiliki. Belajar senantiasa memberikan kebebasan peserta didik dalam memilih daya dukung dari materi apa yang bisa diaplikasikan pada cita-cita masa depan.

Kita tentu berharap bahwa implementasi pendekatan deep learning dalam pendidikan berlangsung dengan kolaborasi para pemangku kepentingan. Sebagai upaya terus-menerus memperbaiki proses dan hasil pendidikan, berbagai praksis dan teknis turunan juga perlu hadir melengkapi matan atau isi kebijakan yang telah dilakukan. Semoga deep learning, menumbuhkan kembangkan generasi penerus bangsa kita agar tercipta masyarakat yang sejahtera, berkarakter dan berkeadaban.  Ihdinas Shirothol Mustaqim. (*)