Tak kalah meriah, Desa Kesambi akan menggelar Gebyar Kupatan dengan kirab gunungan kupat dan atraksi lomba perahu di Wisata Mbalong Sangkal Putung. Di sisi lain, Tradisi Sendang Jodo di Desa Purworejo turut menarik perhatian masyarakat, khususnya anak muda, karena diyakini membawa keberkahan dalam mencari jodoh.
Sayangnya, dua tradisi kupatan tidak dapat dilaksanakan tahun ini. Lomba perahu di Desa Temulus dibatalkan karena kondisi sungai yang dipenuhi eceng gondok, sementara perayaan kupatan di Desa Wonosoco juga batal karena kendala teknis.
“Kami harap ke depan bisa dilakukan normalisasi sungai, sehingga tradisi yang tertunda bisa kembali hadir tahun depan,” ujar Mutrikah.
Meskipun tidak sepenuhnya lengkap, rangkaian tradisi kupatan di Kudus tetap diyakini akan menjadi daya tarik wisata budaya. Sekaligus memperkuat identitas lokal masyarakat Kudus. (adm/fat)










