Kudus  

Perbasi Cup 2025 Resmi Ditutup, Kudus Serius Cetak Bintang Basket Sejak Dini

BERSAING: ‎‎Pebasket muda unjuk gigi melalui ajang Perbasi Cup 2025, Jumat (2/5/25). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎Sebagai gambaran, pada Popda terakhir, tim putri dari SMA Jekulo hanya mampu meraih medali perunggu, padahal sebelumnya pernah meraih perak. Untuk sektor putra, persaingan masih berat, terutama dari Jepara dan Semarang. ‎Kemudian untuk tahun ini, Perbasi menargetkan peningkatan prestasi dan lebih banyak event untuk membentuk karakter atlet muda.

“Minimal anak-anak bisa main di 20 game per tahun. Tahun ini kita target lima event. Kalau tiap event mereka main tiga game, itu sudah cukup membangun mental mereka,” jelas Agus.

‎‎Sistem kepelatihan juga ditata ulang berdasarkan jenjang dan sekolah. Pelatih seperti Bayu (SMA putra), Rois (asisten), dan Niko (SMP putra) terus dipantau. Evaluasi dilakukan tiap dua tahun untuk meningkatkan performa tim.

‎Beberapa alumni basket Kudus kini bermain di liga profesional, seperti Habib Tito (Tangerang Hawks), Habib Ahmeda (Bima Perkasa Jogja), Justin dan Frederico (Pacific Caesar Surabaya), serta Yordan Esra (Kesatria Bengawan Solo).

‎Yang membanggakan, Matthew Christian siswa kelas 1 SMA asal Kudus baru saja dipanggil mengikuti seleksi timnas U-16. Hal ini jadi bukti bahwa pembinaan sejak dini sangat berperan penting. (adm/fat)