Kemudian, Sam’ani beserta Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya ke SMK PGRI 2 Kaliwungu tepatnya ke unit Jiva Bestari. Meninjau langsung proses pembelajaran dan praktik keahlian tata boga (cooking). Dilanjutkan dengan kunjungan ke SMK NU Banat Kudus.
Sam’ani menjelaskan siswa di SMK PGRI 2 Kaliwungu langsung bisa mengaplikasikan ilmu tata boga melalui Jiva Bestari. Begitu pula SMK NU Banat Kudus yang memproduksi baju muslimah melalui brand “Zelmira”. Pengalaman yang langsung bersinggungan dengan pembeli tersebut bisa menjadi bekal untuk mengembangkan karir.
“Pengalaman mereka lengkap sebagai pelaku ekonomo kreatif yang nantinya menhadi generasi penerus bangsa,” imbuhnya.
Sementara itu Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kudus bersama swasta untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas calon pelaku ekonomi kreatif lewat pendidikan.
“Luar biasa langkah Pemerintah Kabupaten Kudus dalam mencetak pelaku ekonomi kreatif yang berkualitas,” paparnya.
Teuku Riefky Harsya memaparkan animasi yang dibuat siswa SMK Raden Umar Said sangat baik. Begitu juga keterampilan siswa SMK PGRI 2 Kaliwungu dan SMK NU Banat Kudus.
Seperti saat berkunjung ke Jiva Bestari, meninjau langsung proses pembelajaran dan praktik keahlian tata boga (cooking). Kemudian saat menyaksikan siswa secara langsung proses kreatif siswa dalam mendesain dan memproduksi busana muslimah modern.
“Ini bukti kolabirasi apik antara Pemerintah Kabupaten Kudus dan swasta,” jelasnya.
Hal itu sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang berupaya mewujudkan pelaku ekonomi kreatif yang berkualitas dan andal. Sehingga nantinya tak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat tapi juga membuka lapangan pekerjaan.
“Apa yang dilakukan Pemkab Kudus mendorong anak-anak yang punya potensi dan kreatifitas, ekraf akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” paparnya. (hms/rds)










