Di Tengah Gejolak Tarif Impor AS, Investasi di Rembang Tetap Stabil

Kepala DPMPTSP Kabupaten Rembang, Budiyono. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Arus investasi di Kabupaten Rembang menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. Meskipun ditengah gejolak ekonomi global akibat kebijakan tarif impor baru dari Amerika Serikat. Hingga triwulan pertama 2025, belum terlihat adanya dampak signifikan terhadap aliran modal masuk ke daerah tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rembang, Budiyono menegaskan, kondisi ekonomi global cenderung fluktuatif. Meski demikian, investor masih menunjukkan kepercayaan terhadap iklim investasi lokal.

“Situasi global masih cukup dinamis. Namun saat ini kami belum melihat dampak langsung dari kenaikan tarif impor AS terhadap investasi di daerah. Investor masih cukup percaya diri untuk menanamkan modalnya di Rembang,” jelasnya.

Data investasi triwulan I 2025 menunjukkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp324,34 miliar atau 86,41% dari total investasi. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp51 miliar atau 13,58%.

Dari sisi skala usaha, investasi Non-Usaha Mikro dan Kecil (Non-UMK) mencatat nilai Rp289,66 miliar (77%). Sedangkan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) menyumbang Rp85,69 miliar atau sekitar 23%.

Total investasi tersebut tercatat mampu menyerap 4.607 tenaga kerja di berbagai sektor. Mulai dari industri pengolahan, perdagangan, hingga jasa. Dalam sistem Online Single Submission (OSS), tercatat sebanyak 1.461 proyek UMK. Yang berkomitmen menanamkan modalnya dengan total investasi Rp85,69 miliar.

Budiyono menyampaikan, pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap sektor UMK. Dinilainya berperan besar dalam penguatan ekonomi daerah.

“Kami berharap tren positif ini terus berlanjut dan UMK juga mendapatkan kemudahan akses pendanaan serta dukungan pelatihan agar kontribusinya terhadap perekonomian daerah semakin besar,” harapnya. (uma/fat)