Pihaknya menjelaskan hingga saat ini serapan gabah mencapai 24 ribu ton. Sedangkan untuk serapan beras mencapai 27 ribu ton.
“Tingginya angka penyerapan, yang rata-rata mencapai 650 ton per hari. Membuat stok di gudang Bulog Cabang Pati telah mencapai sebanyak 60 ribu ton,” terangnya.
Ratusan ton gabah itu dari penyerapan di lima kabupaten. Yakni Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Jepara, Kabupaten Rembang dan Blora.
Capaian ini lebih tinggi daripada tahun 2024. Selama 12 bulan pada tahun lalu, Bulog Pati menyerap 11,7 ribu ton beras. Dengan rincian bulan April 3,6 ribu ton beras, Mei 5,2 ribu ton beras, Juni 165 ton beras, Oktober 750 ton beras, November 1,2 ribu ton beras dan Desember 760 ton beras.
Bulog Cabang Pati memastikan penyerapan hasil panen petani sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah akan terus dilakukan dengan harga Rp.6.500 per kilogram GKP dan Rp. 12.000 per kilogram Beras.
“Kami berkomitmen terus menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Serapan gabah pun terus dioptimalkan pada bulan Mei 2025 ini,” pungkasnya. (lut)










