SEMARANG, Joglo Jateng – Meski mengalami penurunan, kasus pemasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, terdapat 176 kasus pasung yang tercatat di provinsi ini.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyampaikan bahwa angka tersebut menurun dari sebelumnya 252 kasus. Pernyataan itu disampaikan saat membacakan jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Selasa (27/5/25).
“Kasus pasung menurun dari 252 menjadi 176. Ini menunjukkan adanya kemajuan, namun tetap menjadi perhatian kita semua,” ujar Sumarno, Selasa (27/5/25).
Meski begitu, ia menekankan bahwa penurunan angka belum cukup. Pemerintah daerah, kata dia, akan lebih menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, akar persoalan masih berkaitan dengan kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jiwa.
“Sebetulnya lebih kepada kesadaran masyarakat. Kita perlu edukasi lebih intens agar tidak ada lagi pasung di lingkungan sekitar,” tambahnya.










