SEMARANG, Joglo Jateng – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 1 Semarang berjalan tanpa kendala. Namun, hingga hari kedua pembukaan, belum ada calon murid baru (CMB) yang melakukan verifikasi berkas secara langsung di sekolah tersebut.
Pantauan Joglo Jateng di lokasi, ruang panitia SPMB terlihat lengang. Hanya tampak sejumlah panitia yang berjaga dan memantau kelengkapan berkas calon siswa melalui laman resmi SPMB.
“Secara umum pelaksanaan berjalan lancar. Hingga hari kedua, baru sekitar tujuh calon siswa yang datang langsung sekadar untuk menanyakan informasi. Sisanya banyak yang mengakses layanan helpdesk daring,” ujar Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Semarang, Budi Handoyo, belum lama ini.
Budi menjelaskan, mekanisme SPMB tahun ajaran 2025/2026 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Perbedaan utama terletak pada komposisi jalur penerimaan serta istilah yang digunakan.
“Tahun ini istilah zonasi diganti menjadi domisili, dengan porsi 33 persen. Jalur afirmasi naik menjadi 32 persen, dan jalur prestasi menjadi 30 persen,” jelasnya.
Meski istilah berubah, prinsip zonasi tetap berlaku berdasarkan alamat tempat tinggal. Namun, terdapat syarat tambahan. Yakni domisili calon peserta didik harus sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) yang telah terdaftar minimal satu tahun, serta identik dengan data orang tua di ijazah atau akta lahir.
“Tidak bisa lagi titip alamat ke kerabat. Semua akan dicek validitasnya,” tegas Budi.










