PATI, Joglo Jateng – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pati demo di depan kantor Bupati Pati. Mereka menolak kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) 250 persen.
Dalam aksi ini, puluhan massa membawa sejumlah poster berisi tuntunan. Di antaranya “Tanah kami bukan ladang pajak, tetapi ladang kehidupan” hingga “Pajak yang kau dapat harus kau pertanggungjawabkan terhadap PBB P2 250 persen yang kau naikkan”.
Demonstrasi ini juga diwarnai aksi membakar ban. Aksi bakar ban tersebut lantaran mereka tak ditemui oleh Bupati Pati. Tak hanya itu, para mahasiswa juga memblokade jalan area Alun-alun Simpang Lima Pati.
Koordinator aksi, Muhammad Muhajirin menegaskan, pihaknya meminta Bupati Pati memberikan penjelasan terkait kenaikan PPB tersebut.
“Kami menuntut Bapak Bupati Pati untuk menemui kita masyarakat untuk meminta klarifikasi Pak Sudewo yang mana dia mengatakan pajak naik hingga 250 persen,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa PC PMII Pati telah melakukan kajian terkait kebijakan kontroversial itu. Hasilnya, kebijakan tersebut dinilai memberatkan masyarakat.
“Kita sebelumnya sudah turun ke masyarakat dan melakukan kajian PMII Pati. Kita juga menerima aduan masyarakat yang merasa keberatan,” terang dia.










