Marak Grup Facebook Gay di Purworejo, Ketua FPK Minta Polisi Turun Tangan

Ikon grup Facebook. (FACEBOOK/JOGLOJATENG)

Ada pula yang memposting, nekat mencari anggota TNI dan Polri yang memiliki kesamaan dengannya. “Adakah polisi apa tentara yang usia 40an? 30/50 gpp kok, gemuk malah aku lebih suka,” kata akun Peserta anonim tersebut yang diposting sekitar 3 hari yang lalu.

Menanggapi fenomena banyaknya grup gay di medsos, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Purworejo, Mustakim atau Gus Takim mengatakan, gay dan lesbian menyimpang aturan agama dan negara.

“Kalau bicara Hak Asasi Manusia (HAM), hak yang bagaimana? Agama apa pun tidak memperbolehkan, juga bertentangan dengan norma, etika bangsa dan masyarakat kita,” tegas Gus Takim, Kamis (19/06/2025).

Tokoh masyarakat Brengkelan, Purworejo ini pun meminta agar polisi segera turun tangan, bertindak dengan cara menonaktifkan grup-grup tersebut. “Karena ditakutkan, penyimpangan ini dianggap biasa dan tidak menyimpang. Padahal itu sangat menyimpang. Sekarang ini banyak orang mengikuti gaya hidup bangsa-bangsa lain yang menganut kebebasan. Kebebasan ekspresi bukan seperti itu, itu melanggar adat dan etika masyarakat kita,” kata Gus Takim.

Kiai kampung ini juga menyebut, maraknya kaum homoseksual, menurut agama bisa dijadikan tanda-tanda akhir jaman. Ia menegaskan, homoseksual bukan kodrat. Kodrat manusia adalah laki-laki berpasangan dengan perempuan. (mrn/rds).