Diketahui, kata Tyas, tingkat industri keuangan di Jawa Tengah sudah 80 persen, sedangkan Tingkat literasi masyarakatnya masih di angka 50 persen.
“Jadi orang yang mengakses keuangan di Jateng-DIY ini 80 persen. Tetapi yang mengetahui manfaatnya hanya 50 persen,” ujarnya.
Untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat mengenai pentingnya investasi, Pegadaian memberikan program literasi hampir di setiap cabang dan unit.
Tyas menambahkan, jika masyarakat ingin mempelajari literasi keuangan, emas, dan lain sebagainya, Pegadaian siap memberikan informasi.
“Kami ada di 61 kota/kabupaten di seluruh Jateng-DIY. Ada 6 kantor wilayah, kemudian 560 unit yang bisa dihubungi untuk meminta kami untuk menliterasi tentang investasi, tentang literasi emas dan sebagainya kami siap,” tegasnya.
Sebagai informasi, target deposito emas di wilayah Jateng-DIY untuk tahun ini berada di angka 150 kg di tahun ini dan sudah tercapai 141 kg. (adf).










