JEPARA, Joglo Jateng – Cuaca yang tidak menentu atau anomali iklim memicu kembali munculnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Jepara. Tercatat, sejak perayaan Iduladha terjadi peningkatan penyakit yang menyerang ternak tersebut.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir menjelaskan bahwa hingga 1 Juli 2025, terdapat 45 kasus aktif PMK yang menyerang sapi. Selain itu, terdapat 216 sapi suspek, 2 kerbau suspek, dan 1 kambing suspek PMK.
“Penyakit ini muncul kembali karena cuaca yang tidak menentu, sehingga kondisi daya tahan tubuh hewan jadi lemah,” terangnya, Selasa (1/7/25).
Kasus PMK tersebut tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Donorojo 3 kasus, Kecamatan Keling 5 kasus, Kecamatan Kembang 14 kasus. Lalu, Kecamatan Bangsri 20 kasus, Kecamatan Mlonggo 1 kasus, dan Kecamatan Pakisaji.2 kasus.
Selain PMK, DKPP juga mencatat kemunculan kasus LSD yang jumlahnya mencapai sekitar 70 kasus dan tersebar di seluruh kecamatan di Jepara. Menurut Mudhofir, kasus PMK dan LSD mulai merebak sejak momen Iduladha.
“PMK sempat mencapai angka 50-an kasus, namun sebagian besar sudah tertangani dan kondisi hewan mulai membaik,” jelasnya.
DKPP Jepara terus melakukan penanganan melalui pengobatan dan vaksinasi. Upaya vaksinasi terhadap PMK dan LSD terus digencarkan, termasuk yang terbaru dilakukan di Desa Bucu. Mudhofir juga mengimbau para peternak untuk memperhatikan asupan pakan dan air minum ternak secara rutin.
“Jangan biarkan ternak lapar atau kekurangan air. Pastikan air tersedia setiap saat, bukan hanya pagi atau siang hari saja,” pesannya.
Dengan upaya intensif dan kerja sama peternak, diharapkan penyebaran penyakit pada hewan ternak bisa segera dikendalikan. (oka/gih)










