Pemalang Masih Jadi Daerah Termiskin, DPRD Minta Pemkab Fokus Perbanyak Industri Padat Karya

Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pemalang, Heru Kudhimiarso. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Heru Kundimiarso (KN) mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam pencanangan dan pelaksanaan program penanganan kemiskinan. Sebab, menurutnya, hingga 2025 ini angka kemiskinan di Pemalang masih tetap stagnan

Jika menilik data BPS Pemalang angka kemiskinan di Pemalang pada 2024 berada di 14,92 persen turun 0,11 persen dari tahun sebelumnya. Menurutnya angka ini masih sangat jauh dari target yang ada. Apalagi Pemalang termasuk menjadi daerah termiskin di Jawa Tengah.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar di penyusunan RPJMD tahun ini, pemkab lebih serius pada isu penanganan kemiskinan. Salah satunya membuka lapangan pekerjaan, dengan memperbanyak industri padat karya dalam daerah seperti pabrik-pabrik besar dari para investor, melihat tingkat pengangguran terbuka di Pemalang makin tinggi dari tahun ke tahun.

“Ini jadi PR kita bersama, untuk penanganan kemiskinan harus sangat serius agar peringkat Pemalang dapat naik dan tidak menjadi daerah miskin ekstrem di Jateng. Apalagi angka pengangguran kita naik tahun ini, jadi perbanyak lapangan pekerjaan dan permudah masyarakat mendapatkan pekerjaan,” terangnya.

Selain itu, pada pembangunan infrastruktur dirinya menuturkan, pembangunan yang ada harus menitik beratkan pada kebutuhan masyarakat dan industri saat ini. Terutama pada jalan-jalan yang ada di sejumlah wilayah yang masih rusak, menjadi keluhan besar yang tak kunjung usai di masyarakat.

“Jalan-jalan itu jadi yang harus diperbaiki segera, anggaran yang ada diperbanyak untuk pembangunan infrastruktur. Dan ingat pembangunannya juga harus sesuai speknya, jangan sampai cepat rusak,” ucapnya.(fan/iza)