Kudus  

Kirab Budaya Semarakkan Haul Mbah Surgi Murang Djoyo

PENGANTIN BARU: Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri bersama istri tampil serasi mengenakan gaun pengantin dalam kirab budaya memperingati Haul Mbah Surgi Murang Djoyo, baru-baru ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Desa Pasuruhan Lor kembali semarak dengan gelaran kirab budaya dalam rangka memperingati Haul Mbah Surgi Murang Djoyo. Tradisi tahunan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat desa.

Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri menyampaikan, gelaran ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang menggugah semangat kebersamaan. Tahun ini, kirab diikuti oleh 12 RW. Enam sekolah yang ada di wilayah desa. Serta seluruh banom NU.

“Seluruh peserta menampilkan beragam bentuk kreativitas yang mencerminkan identitas masing-masing. Tidak hanya kostum dan tampilan visual. Tetapi juga dalam bentuk gerak, musik, dan ekspresi seni lainnya,” jelasnya, baru-baru ini.

Sementara itu, Koordinator Kirab Budaya Desa Pasuruhan Lor, Syaddad Maulida menyebutkan, warga desa tumpah ruah di sepanjang jalur kirab. Mereka menyambut dan menyaksikan penampilan dari setiap peserta, dengan penuh antusias.

“Tidak sedikit yang terlibat langsung. Mulai dari kostum, dekorasi kendaraan hias. Hingga latihan penampilan. Kirab ini bentuk penghormatan kepada leluhur kami. Sekaligus cara menjaga kerukunan dan kekompakan antarwarga,” ungkapnya.

Partisipasi anak-anak sekolah, turut memberikan warna tersendiri. Mereka menampilkan pertunjukan. Yang memadukan unsur seni lokal dengan sentuhan modern. Menciptakan harmoni. Antara kearifan tradisi dan semangat generasi muda yang terus tumbuh.

“Haul Mbah Surgi Murang Djoyo sendiri, momen spiritual yang sakral bagi warga. Kami berharap, kirab ini dapat terus dilestarikan. Menjadi warisan budaya yang tak hanya ditonton. Namun juga dirasakan nilai-nilainya oleh generasi mendatang,” pungkasnya. (cr9/fat)