SEMARANG, Joglo Jateng – Lembaga pendidikan inklusi Fun & Play resmi membuka layanan kelas baru untuk anak usia mulai 2 tahun atau toddler class.
Layanan ini mulai akan dibuka pada tahun ajaran 2025/2026 dan menjadi bagian dari restrukturisasi pengelolaan sekolah yang dilakukan dalam rapat kerja tahunan Fun & Play pada 8-10 Juli 2025 di Bandungan, Kabupaten Semarang.
Pendiri Fun & Play, Agung Prasetyo menjelaskan bahwa pembukaan kelas toddler ini didasarkan pada pentingnya deteksi dini terhadap perkembangan emosional dan perilaku anak.
“Selama ini kami menerima siswa usia TK, minimal 4 tahun. Namun dari pengalaman, banyak anak yang baru mendapat penanganan saat sudah berusia 5 tahun. Padahal sebenarnya bisa ditangani lebih awal jika terdeteksi sejak dini,” ujarnya saat diwawancarai, belum lama ini.
Ia menyebut, makin awal gangguan perkembangan dikenali, makin besar pula kemungkinan anak untuk mendapatkan progres signifikan melalui terapi atau pendampingan yang tepat.
Dengan dibukanya kelas toddler ini, Fun & Play berharap dapat menjangkau lebih banyak anak dengan kebutuhan khusus sejak usia dini.
Kelas ini juga menjadi kelanjutan dari layanan daycare yang sudah dimiliki Fun & Play.
Bahkan, lembaga tersebut merencanakan pembukaan cabang daycare baru di kawasan Gedawang, Banyumanik.

Agung manilai bahwa kebutuhan terhadap layanan pendidikan inklusi makin meningkat. Namun, sayangnya belum seluruh sekolah siap menerima anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
“Banyak sekolah yang mengklaim sebagai sekolah inklusi, tetapi belum menyiapkan perangkat dan sumber daya yang memadai. Akhirnya anak hanya diterima di administrasi, tetapi tidak benar-benar diberi layanan pendidikan yang semestinya,” tuturnya.
Sebagai lembaga yang konsisten mendampingi anak-anak ABK, kata Agung, Fun & Play kini memasuki usia ke-7 dan telah meluluskan puluhan siswa.
Bahkan, banyak di antaranya yang melanjutkan pendidikan di sekolah umum dan meraih prestasi.
“Ada alumni kami yang mendapat rangking (peringkat, Red.) di sekolah umum. Ada juga yang berhasil adaptasi dengan baik di sekolah lain. Ini membuktikan, jika ditangani sejak dini, anak-anak ABK bisa berkembang luar biasa,” tegasnya.










