Jepara  

Pemkab Jepara Siapkan Langkah Mitigasi Dampak Tarif Impor

Bupati Jepara, Witiarso Utomo. (HUMAS/JOGLO JATENG)

Bagi dia, saat ini bukan menjadi opsi terbaik untuk memilih pasar alternatif bagi produsen yang telah menjalin kerjasama atau sudah memiliki buyer di US. Ia menilai, jika keputusan tarif tersebut tetap berlaku seharusnya pemerintah bisa melakukan negosiasi ulang untuk menemukan jalan keluar yang baik bagi para pengusaha.

“Masih memungkinkan untuk tetap dengan US, hanya memang dibutuhkan kerjasama yang lebih kuat lagi dengan melakukan negosiasi yang lebih mengedepankan win win solution,” ujarnya.

Ia ingin pemerintah pusat bisa segera mengambil tindakan terkait tarif yang telah dikeluarkan oleh Presiden Trump.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, paska pelantikan Presiden Donald Trump, industri mebel Jepara mengalami penurunan 20 hingga 30 persen tergantung negara tujuan. Khusus pasar Amerika Serikat, untuk satu perusahaan, penurunan pesanan bisa mencapai 50 persen.

Witiarso menjelaskan, Pemkab Jepara telah melakukan sejumlah langkah mitigasi guna menekan dampak kenaikan tarif tersebut, seperti berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) hingga komunikasi dengan pembeli dari AS.

“Kemarin dari pihak Kementerian Luar Negeri juga sudah kita hadirkan ke Jepara, bertemu dengan para pengusaha untuk membuka pasar-pasar di luar AS,” jelasnya.

Saat ini delegasi Kemenlu RI sudah menaungi 104 negara di Timur Tengah, Asia-Pasifik, dan Afrika. Nantinya pemerintah akan melakukan tindak lanjut guna menggali potensi pasar di sejumlah negara itu.

Selain itu, Witiarso akan mengumpulkan para pengusaha untuk beraudiensi dengan Kementerian Perdagangan RI untuk memaksimalkan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) agar bisa melakukan penetrasi pasar di negara-negara lain. (oka/gih)