Figur  

Jadikan RSI Sunan Kudus sebagai Pilihan Utama Masyarakat

Pelayanan Merata dan Berkualitas

RESMI: dr. Syaifudin menerima berkas dari Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Islam (Yakis), H Noor Badi usai pelantikan Direksi RSI Sunan Kudus 2025-2030. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

Kembali untuk Kemaslahatan Umat

‎Sekembalinya ke Indonesia, ia menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Kumala Siwi (2012-2014), dan sempat menjadi Medical Advisor PT JARI serta aktif di berbagai organisasi medis seperti IDI, PERSI, dan Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia. Ia juga terlibat sebagai konsultan pendirian rumah sakit di beberapa kota.‎ Perjalanan itu membawanya ke RSI Sunan Kudus.

‎”RSI ini dibangun dari dana wakaf umat. Memimpin rumah sakit milik umat adalah amanah besar. Maka harus kembali untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.

‎‎Ia berkomitmen menjadikan RSI sebagai rumah sakit pilihan utama masyarakat. Hal itu ia lakukan melalui peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas. Adapun visi jangka panjang melalui perencanaan strategis yang adaptif terhadap dinamika regulasi dan kebutuhan masyarakat.

‎”Visi misi kami agar RSI Sunan Kudus menjadi pilihan masyarakat dengan pelayanan merata dan berkualitas. Namun, visi besar ini tidak akan tercapai tanpa kekompakan tim. Oleh sebab itu, kami berusaha membangun satu nilai dan satu budaya kerja,” ujarnya.

 

 

Ia menyebut, tantangan ke depan tidak hanya berasal dari sisi operasional, namun juga perubahan regulasi nasional dalam sistem pelayanan rumah sakit.

“Pelayanan rumah sakit ke depan akan berbasis kompetensi. Setiap unit layanan akan diklasifikasikan secara berbeda, tergantung pada tingkat kemampuannya, mulai dari dasar hingga paripurna. Ini tantangan besar dan RSI siap menyesuaikan diri,” bebernya.

Hingga kini, semangat belajar dan jiwa kepemimpinan yang dibentuk dari pengalaman kecil, organisasi, mahasiswa, hingga rumah sakit internasional, terus menjadi bekal kuat dalam mengelola RSI. Ia berharap adanya dukungan dan sinergi dengan semua pihak, agar dapat menjalankan pelayanan yang semakin baik.

‎‎”Saya belajar dari mana saja. Tantangan itu bagian dari pembelajaran, bahkan kejenuhan pun bisa diatasi dengan berpindah fokus ke pekerjaan lain. Yang penting, selalu bergerak dan memberi manfaat. Bismillah kami bersama-sama menjalankan amanah untuk lebih bauk lagi,” tandasnya. (adm/iza).