Jepara  

Pilu, Kisah Mbah Sawijah di Jepara: Hidup Sendirian, Warung Modal Utang Bank Ludes Terbakar

HANGUS: Polsek Donorojo saat melakukan pengecekan ke lokasi warung Mbah Sawijah, Senin (14/7). (DOK. POLSEK DONOROJO/JOGLO JATENG)

Setibanya di lokasi, Sawijah berusaha memadamkan api dengan mengambil air dari sungai terdekat. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil lantaran api sudah terlanjur membesar dan melahap seisi warung. Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan dalam insiden ini.

Saksi kedua, Yusuf Enfendi, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak Pemerintah Desa Banyumanis untuk penanganan lebih lanjut. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1 juta. Barang-barang yang terbakar antara lain berbagai minuman kemasan, mie instan, makanan ringan, susu kotak, kopi saset, peralatan masak, dan tempat penyimpan air panas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik warung belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Sementara itu, petugas telah melakukan pengecekan ke lokasi, mencatat identitas saksi dan korban, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan.

Kabar musibah ini langsung ditangani oleh Pemkab Jepara. Bersama tim dari Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinsospermasdes, Pemerintah Desa Banyumanis, dan Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, yang mendatangi kediaman Mbah Sawijah. Mereka membawa bantuan sembako dan uang tunai.

Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna menyampaikan, keprihatinan sekaligus pesan tegas bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Ia meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku pembakaran dan menegakkan hukum secara adil.

“Keadilan untuk Mbah Sawijah adalah cerminan bagi keadilan kita semua. Kita tidak bisa membiarkan ketidakadilan ini jadi rutinitas,” tegasnya. (oka/gih)