Jepara  

Tanggul Sementara Bongpes Berhasil Selamatkan Panen Gabah Senilai Rp 50 Miliar Lebih

SUASANA: Kondisi Bendungan Welahan Bum (Bongpes) di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, saat ditanggul sementara oleh petani setempat, Sabtu (4/7/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Penanggulan sementara Bendungan Welahan Bum (Bongpes) di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, diperkirakan mampu menyelamatkan 6.780 ton gabah padi senilai sekitar Rp 50,85 miliar.

Sebelumnya, sebanyak 1.130 hektare sawah di empat kecamatan di Kabupaten Jepara sempat terancam gagal panen.

Hal ini akibat rusaknya karet bendungan yang memicu masuknya air laut ke saluran irigasi.

Penanganan sementara dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Langkah ini dilakukan dengan membangun tanggul pada bagian bendungan yang mengalami kerusakan. Prosesnya juga melibatkan petani di wilayah terdampak secara gotong royong.

Kerusakan karet bendungan membuat air laut masuk ke aliran Sungai SWD II yang menjadi sumber irigasi lahan pertanian.

Akibatnya, pasokan air tawar ke sawah terganggu dan mengancam tanaman padi di 13 desa yang tersebar di empat kecamatan.

Wilayah terdampak di antaranya Desa Tedunan dan Karangaji di Kecamatan Kedung; Desa Kaliombo dan Gerdu di Kecamatan Pecangaan.

Selanjutnya, Desa Batukali, Manyargading, Bandungrejo, dan Purwogondo di Kecamatan Kalinyamatan; serta Desa Sidigede, Guwosobokerto, Kendengsidialit, Karanganyar, dan Ujungpandang di Kecamatan Welahan.

Kepala Desa Batukali, Sarmani mengatakan, di desanya terdapat sekitar 307 hektare sawah yang saat ini ditanami padi.

Sebelum bendungan ditanggul, saluran irigasi yang menjadi andalan petani nyaris mengering karena didominasi air payau.

“Setelah Bongpes ditambak, air yang masuk ke sungai pertanian tidak begitu asin. Awalnya kan kering, karena yang masuk air payau, kalau dibiarkan akibatnya tanaman padi bisa mati,” terang Sarmani, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, setelah dilakukan penanggulan sementara, pasokan air ke sawah kembali membaik. Sehingga tanaman padi milik petani dapat terselamatkan dari ancaman gagal panen.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir menyampaikan, luas lahan yang sempat terancam mencapai 1.130 hektare.

Dengan rata-rata produktivitas enam ton gabah per hektare dan harga gabah sekitar Rp 7.500 per kilogram, nilai hasil panen yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp 50,85 miliar.

“Sehingga kalau diestimasi, upaya untuk membuat tanggul bendungan sementara itu bisa menyelamatkan 6.780 ton gabah dengan kisaran nilai jualnya Rp 50,85 miliar,” ujar Mudhofir.

Mudhofir mengatakan, pemerintah daerah juga telah mengusulkan perbaikan permanen karet Bendungan Bongpes kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar bisa segera diperbaiki.

“Jangka panjangnya untuk penyelesaian lebih lanjut, bupati sudah berkomunikasi dengan Kementerian PU, di 2027, 2028 informasinya ini nanti akan diganti,” pungkasnya. (oka/gih/rds)