KUDUS, Joglo Jateng – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen mengasyikkan bagi siswa-siswi SD Cahaya Nur. Bertema ‘Little Hands Leading the Way for a Better World’ anak-anak diajak berkreasi membuat hasta karya dari sampah agar lebih peduli dan mencintai lingkungan.
Ketua MPLS SD Cahaya Nur, Christine Corleony Bella Dona mengungkapkan, di MPLS tahun ini sekolah ingin mengajak anak-anak ambil bagian dalam fenomena perubahan cuaca dan iklim. Melalui cara sederhana versi mereka misalnya pemilahan dan pengelolaan sampah, pemaksimalan kinerja P5 di sekolah hingga praktik peduli lingkungan di rumah.
“Setelah diberikan materi tentang perubahan iklim dan cara mengatasinya, hari kedua ini anak-anak diajak praktik membuat mozaik dari plastik sampah kemasan,” ungkapnya.
Menurutnya, sedari dini anak-anak harus dikenalkan tentang berbagai macam praktik cinta lingkungan. Agar ketika dewasa nanti mereka sudah terbiasa dengan hal baik itu.
Sementara, untuk mengimplementasikan tema besar MPLS Ramah Anak, SD Cahaya Nur kembali menggunakan sistem grup atau link. Christine menyebut, MPLS diikuti seluruh siswa mulai dari kelas I hingga VI. Mereka terbagi dalam link yang terdiri masing-masing 3 siswa di setiap jenjang kelasnya.

Dengan sistem ini, lanjut dia, bisa memunculkan rasa kepedulian sesama siswa sebagai perwujudan MPLS Ramah Anak. Menciptakan keluarga harmonis, penuh suka cita, kerja sama dan bersinergi akan menjadikan lingkungan sekolah ramah dan anak-anak merasakan sekolah sebagai rumah kedua.
“Harapannya dengan MPLS anak-anak lebih mengenal lingkungan sekolah dan berharap mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang seperti diinginkan para orang tua. Seimbang antara soft skill dan hard skill,” harapnya.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Mariana Wijaya, merasa senang selalu dilibatkan oleh sekolah. Menurutnya, masa transisi dari TK ke SD menjadikan orang tua dan guru lebih menguras tenaga sehingga dibutuhkan sinergi antara keduanya.
Ia juga mengapresiasi kegiatan MPLS yang memunculkan banyak kesan bagi putranya. Dengan beragam kegiatan kreativitas, anak-anak bisa saling memunculkan ide dan bertukar pendapat dengan teman-temannya.
“Harapannya SD Cahaya Nur semakin maju dan memberikan yang terbaik. Khususnya dalam peningkatan soft skill siswa yang hingga saat ini sudah terbukti memberi efek positif kepada putra-putrinya,” ungkapnya. (iza/fat)










