KUDUS, Joglo Jateng – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah II Kudus membuka Program Tahfidzul Quran PascaAliyah di tahun ini.
Program ini bertujuan untuk santri dan santriwati agar dapat meneruskan hafalan mereka.
Pengasuh Ponpes Al Hidayah 02 Kudus, KH Zainuddin Rusydan mengatakan, program tersebut dibuka lantaran adanya keinginan dari wali santri.
Baik dari internal pondok maupun dari stakeholder.
“Ada beberapa keinginan wali santri agar membuka program pascaaliyah itu. Jadi bertujuan untuk mereka yang saat di aliyah belum selesai masih baru 17, 19, 25 dan lainnya, bisa masuk di program ini untuk meneruskan hafalan,” ujarnya, Kamis (17/7).
Program baru itu, lanjutnya, tidak hanya diperuntukkan untuk santri dan santriwati Ponpes Al Hidayah 02 Kudus saja.
Bagi santri di luar ponpes juga diperbolehkan untuk masuk di tahfidzul pascaaliyah tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini 32 peserta di program itu. Di antaranya juga ada santri diluar Ponpes Al Hidayah 02 Kudus juga, seperti dari Jepara, Kudus, Blora dan lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, sementara ini pihaknya menargetkan di tingkat tsanawiyah per tahun bisa 5 juz, sehingga lulus mendapat 15 juz. Kemudian, di aliyah masing-masing juga 5 juz dan jumlahnya ada 15.
“Dengan begitu, nantinya selain memperoleh ijazah tsanawiyah dan ijazah aliyah, mereka juga mendapatkan tahfidz quran 30 juz,” jelasnya.
Pihaknya melanjutkan, apabila program pascaaliyah tersebut bisa berjalan dengan baik, ada kemungkinan menjajaki program baru.
“Dengan membuka mahad seperti pendidikan tinggi tapi di pesantren. Serta semoga Ponpes Al Hidayah 02 ini juga semakin bermanfaat dan diminati masyarakat,” imbuhnya.(sam).










