Kendal  

Sinergi Dinsos Jateng dan GP Ansor, Dampingi Penyaluran Alat Bantu Difabel hingga Siapkan Klinik Gratis

BERI SEMANGAT: Ketua GP Ansor Kendal, Ahmad Ali Nurudin melakukan pendampingan pengukuran alat bantu bagi difabel di PPSLU Cepiring. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Tiga penyandang disabilitas di Kabupaten Kendal mendapat angin segar berupa bantuan alat gerak dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Bantuan tersebut berupa dua kaki palsu dan satu tangan palsu, yang saat ini tengah dalam tahap pengukuran agar pas dan nyaman digunakan.

Program ini merupakan bagian dari kerja sama antara Dinsos Jateng dengan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, dan dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini. Di Kendal sendiri, pendampingan dilakukan oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kendal di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Cepiring.

Ketua PC GP Ansor Kendal, Ahmad Ali Nurudin menyebut, program ini bukan sekadar memberi alat bantu fisik. Tetapi juga menyuntikkan semangat baru bagi para penyandang disabilitas.

“Ini bukan hanya soal kaki atau tangan palsu, tetapi juga tentang mengembalikan rasa percaya diri dan harapan hidup mereka,” ujarnya, belum lama ini.

Ali menegaskan, GP Ansor tak ingin sekadar dikenal sebagai organisasi kepemudaan yang aktif di panggung seremonial. Tetapi juga hadir nyata dalam kerja-kerja sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Kami ingin Ansor selalu hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang termarjinalkan. Ini bentuk keberpihakan kami terhadap mereka yang sering dilupakan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sejumlah program lanjutan. Termasuk rencana pendirian klinik Ansor di wilayah-wilayah terpencil yang masih minim akses layanan kesehatan.

Selain itu, ia juga mendorong kolaborasi lebih luas antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja berbasis komunitas.

“Jika kolaborasi seperti ini terus dilanjutkan, saya yakin kemandirian masyarakat bukan lagi mimpi, tetapi keniscayaan,” tutupnya. (ags/adf)