SEMARANG, Joglo Jateng – Benih toleransi dan keberagaman kembali bersemi di Padukuhan Kepiton, Kalibawang, Kulon Progo.
Dalam rangka program Ngaji Keberagaman yang digagas Kelompok 20 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara yang diikuti oleh berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Kegiatan ini dilaksanakan bersama jamaah Musholla Sunan Kalijaga, Kepiton, ba’da salat Subuh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Kelompok 20 KKN Nusantara dengan pengurus musholla setiap Sabtu pagi.
Tujuannya adalah memperkuat nilai-nilai ukhuwah islamiyah serta ukhuwah wathaniyah.
Pada kesempatan kali ini, delegasi mahasiswa dari Sumatra Utara tampil membawakan kajian bertema “Keseimbangan Perkara Dunia dan Akhirat.”
Bintang Rembe menjelaskan pentingnya tema ini diangkat karena, seiring berkembangnya zaman, masyarakat sering lalai dalam menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat.
“Hidup seorang manusia harus diimbangi dalam dua hal, yakni kehidupan dunia dan akhirat. Keseimbangan ini menjadi penting agar kehidupan dunia kita berdaya dan bermanfaat bagi sekitar, namun tetap tidak melupakan perkara akhirat sebagai bekal kelak,” terang Bintang, mahasiswa asal STAIN Mandailing Natal, Sumatra Utara.
Bintang melanjutkan bahwa manusia hidup dalam dua realitas: dunia yang terlihat dan akhirat yang harus diyakini akan datang kelak.
“Kita bekerja, belajar, menikah, berusaha memiliki rumah, kendaraan, harta, dan nama baik, semua itu bagian dari kehidupan dunia. Tapi di balik itu semua, kita sadar bahwa hidup ini sementara, dan akan ada kehidupan abadi setelah kematian, yaitu akhirat,” tambahnya.
Antusiasme terhadap kehadiran peserta KKN Nusantara juga dirasakan oleh warga setempat.
Suasana akrab dan gayeng tidak hanya terasa dalam kajian Subuh, tetapi juga dalam berbagai kegiatan keagamaan lainnya di Musholla Sunan Kalijaga.
Koordinator acara Kelompok 20 KKN Nusantara Kepiton, Ghania Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi momen tepat untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
Melalui Ngaji Keberagaman yang dikemas dalam pendekatan kultural dan spiritual, kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Ustaz Sugiyo selaku pengurus musholla.
“Terima kasih untuk mas-mbak KKN yang telah bersedia mengisi kajian. Semoga kegiatan semacam ini bisa istiqamah dan memotivasi anak-anak muda di sekitar sini,” ungkapnya. (*/dzk).










