Demak  

Dinkes Demak Patikan Obat di Puskesmas Aman dan Sesuai Prosedur

‎‎Kepala Dinkes Kabupaten Demak, Ali Maimun. (HUMAS/JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Kesehatan memastikan seluruh proses pengadaan obat dilakukan sesuai prosedur dan standar mutu yang telah ditetapkan. Untuk itu, masyarakat diminta tidak khawatir terkait mutu dan keamanan obat yang beredar di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Terutama di puskesmas.

‎‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak, Ali Maimun menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas obat di semua layanan kesehatan milik pemerintah. Ia menyampaikan, setiap obat yang tersedia telah melewati seleksi ketat dan pengadaan sesuai regulasi.

‎‎”Kami pastikan semua obat yang tersedia di puskesmas telah memenuhi standar keamanan, mutu, serta manfaat secara medis. Jadi, masyarakat tidak perlu ragu untuk berobat atau menebus resep di puskesmas,” ujar Ali Maimun.

‎‎Ia juga menekankan, kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah sangat penting untuk mendukung program-program kesehatan yang sedang dijalankan. Oleh karena itu, jaminan terhadap kualitas obat menjadi salah satu prioritas utama Dinkes Demak.

‎‎Tak hanya menjamin mutu, Dinas Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan obat. Ali menyoroti masih adanya kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

‎”Obat itu bukan sembarang barang konsumsi. Harus sesuai dosis dan indikasi medis. Kami imbau masyarakat tidak sembarangan minum obat, apalagi yang dibeli tanpa resep dokter. Jika sakit, segera periksa ke puskesmas terdekat agar mendapat penanganan dan resep yang tepat,” jelasnya.

‎‎Ali juga mengingatkan, informasi kesehatan yang beredar di media sosial atau dari mulut ke mulut belum tentu akurat. Maka dari itu, ia menyarankan masyarakat berkonsultasi langsung ke tenaga kesehatan yang berkompeten di puskesmas maupun faskes lainnya.

‎”Kita harus tingkatkan literasi masyarakat soal obat. Jangan sampai karena salah informasi, malah menyebabkan efek samping atau resistensi obat. Edukasi ini penting agar masyarakat lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menjaga kesehatannya,” tambahnya.

‎‎Pihaknya juga terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap distribusi dan penggunaan obat di wilayahnya. Koordinasi rutin dengan tenaga kesehatan, apoteker, dan kepala puskesmas menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.

‎‎”Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan, termasuk memastikan bahwa obat yang tersedia benar-benar aman, tepat sasaran, dan berkualitas. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” pungkasnya. (adm/fat)