PEMALANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang berencana akan membatasi izin penyelenggaraan kegiatan di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat pada malam hari. Kebijakan ini sebagai tindaklanjut kejadian kerusuhan antar anggota organisasi massa (ormas) agama yang mengakibatkan 15 korban luka-luka, pada 23 Juli lalu.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, menyebutkan, setelah mengevaluasi adanya kerusuhan di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan antar dua kelompok ormas, pihaknya akan melakukan pembatasan. Dengan tujuan agar kegiatan serupa tidak terulang.
“Kita lihat dahulu, kegiatan tersebut apakah berpengaruh dengan pembangunan atau ekonomi di masyarakat atau tidak. Jika tidak dan bukan sebuah urgensi maka akan kita batasi (larang) pelaksanaannya,” sebutnya, dalam rakor lintas sektoral baru-baru ini.
Dalam rapat tersebut, ia mengungkapkan, tidak ada korban meninggal dari kedua belah pihak ormas yang berseteru minggu lalu. Semua biaya pengobatanpun ditanggung oleh pemerintah daerah, sehingga masyarakat yang menjadi korban tidak terbebani biaya pengobatan.
Lebih lanjut, Anom secara tegas menjelaskan, pembatasan kegiatan tersebut dikhususkan pada acara yang akan dilakukan pada malam hari. Meskipun demikian, ia berharap adanya konflik tersebut menjadi evaluasi bersama terutama masyarakat agar bersama-sama menjaga kerukunan antar di masyarakat terutama umat beragama.
“Ya kita harapkan kejadian serupa tidak terjadi kembali, masyarakat harus bersama-sama menjaga kerukunan terutama umat beragama. Mari jaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan lingkungan,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo mengatakan, kejadian bentrok tersebut menjadi salah satu kejadian bencana sosial di Pemalang. Pihaknya akan berupaya agar tidak terjadi kembali kegiatan serupa, dengan melakukan penanggulangan seperti pada rakor lintas sektoral ini.
“Kegiatan ini menjadi evaluasi dan masukan kepada kami (Bakesbangpol) untuk ke depan meminimalisir kejadian serupa tidak terjadi. Karena ini masuk menjadi bencana sosial yang seharusnya bisa ditanggulangi,” ucapnya.(fan/iza)










