Kegiatan ini juga diisi dengan materi kebangsaan dan penyuluhan bahaya narkoba yang disampaikan pada sesi malam hari. Salah satunya oleh Kapolsek Jati.
“Wawasan kebangsaan dan penyuluhan narkoba juga kita masukkan. Karena Linmas itu bagian dari garda depan desa, tidak hanya keamanan, tapi juga gotong royong dan pembangunan sosial,” imbuhnya.
Pemilihan lokasi di Desa Ternadi pun bukan tanpa alasan. Selain sejuk dan tenang, tempat tersebut merupakan kawasan wisata yang diharapkan dapat diperkenalkan kembali melalui kegiatan ini.
“Kenapa lokasi di sini? Karena saya cari kenyamanan. Udaranya sejuk, dan ini tempat wisata. Dulu ramai, saya ingin teman-teman Linmas tahu dan bisa memperkenalkan kembali tempat ini,” jelasnya.
Suharso berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin, agar keberadaan Satlinmas semakin berdaya dan sesuai dengan fungsinya. Sebagai mitra strategis desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Harapan saya, Linmas tidak lagi dipandang sebelah mata. Mereka mitra desa, bahkan mitra militer juga. Kita budayakan lagi supaya Linmas betul-betul sesuai dengan Tupoksi-nya,” tuturnya.
Salah satu peserta, Maria Ulfa mengungkapkan rasa bangga dan senangnya bisa mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa bahagia dan bangga. Baru pertama kali dapat ilmu baru tentang PBB, kerja sama, dan arti penting Linmas di masyarakat. Selama ini hanya menjalankan tugas di desa, tapi sekarang lebih paham dan disiplin,” ucapnya. (uma/fat)










