SEMARANG, Joglo Jateng – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah mulai menggandeng Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk memperluas penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke masyarakat. Kemitraan ini menjadi strategi memperkuat jaringan distribusi beras.
“Koperasi Desa Merah Putih jumlahnya sangat banyak. Kami sudah mengidentifikasi, sosialisasi, dan pendekatan agar mereka bisa menjadi RPK (Rumah Pangan Kita, Red.),” ujar Pemimpin Wilayah Bulog Jateng, Akhmad Kholisun, Selasa (12/8/25).
Saat ini baru 12 Kopdes Merah Putih yang resmi bekerja sama, terbanyak di wilayah Surakarta, disusul Demak, Kota Semarang, Tegal, dan Pati. Kholisun menargetkan jumlahnya bertambah secara bertahap.
Untuk menghindari penimbunan, pembelian beras SPHP di Kopdes Merah Putih dibatasi maksimal dua bungkus kemasan 5 kilogram per orang. Pedagang pengecer yang mengambil dari Bulog dibatasi 2 ton.
“Harga jual tidak boleh melebihi HET beras medium, Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 per pack,” tegasnya.
Sejak program SPHP digulirkan pada 12 Juli 2025, Bulog Jateng telah menyalurkan lebih dari 600 ton beras.
Penyaluran dilakukan melalui pedagang pasar tradisional, outlet pemerintah daerah, sinergi BUMN dengan PT Pos, Pupuk Indonesia, IDFOOD, koperasi TNI-Polri, serta Kopdes Merah Putih. Selain itu, Bulog Jateng menyalurkan bantuan pangan pemerintah alokasi Juni–Juli sebanyak 39 ribu ton pada Juli lalu.
“Untuk bantuan berikutnya kami menunggu penugasan pemerintah,” kata Kholisun.
Ia menekankan, peran Kopdes Merah Putih penting untuk menjangkau daerah pedesaan dan perbatasan yang sulit diakses pedagang besar.
“Semakin banyak titik distribusi resmi, semakin kuat upaya menjaga harga dan pasokan beras di Jawa Tengah,” pungkasnya. (luk/adf)










