KENDAL, Joglo Jateng – Kawasan Industri Kendal yang juga berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kembali membuktikan komitmennya mendukung pengurangan pengangguran di Kabupaten Kendal. Lewat partisipasi aktif dalam Job Fair Kendal 2025 yang digelar 12–14 Agustus di GOR Youth Center Stadion Utama Kebondalem, KEK Kendal menghadirkan peluang kerja bagi ribuan pencari kerja.
Dari 19 perusahaan yang ikut meramaikan job fair, 14 di antaranya adalah pelaku usaha dari KEK Kendal. Mereka membuka ratusan lowongan di berbagai sektor, mulai dari fashion, otomotif, komponen elektronik, baja, kemasan, hingga furnitur.
Posisi yang ditawarkan beragam, mulai dari operator produksi, staf administrasi, teknisi, quality engineer, supervisor, hingga jabatan profesional. Keberagaman ini menegaskan peran KEK Kendal bukan hanya sebagai pusat investasi, tetapi juga lokomotif ekonomi yang menciptakan efek berantai positif bagi masyarakat sekitar.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyebut, job fair menjadi strategi penting menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kendal yang kini mencapai 5,01% atau sekitar 32.194 orang. Lebih dari 6.000 pencari kerja memadati acara ini.
“Kegiatan seperti ini mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja dapat lebih optimal. Sinergi antara pemerintah dan industri sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan berkualitas,” ujarnya, Kamis (14/8/2029).

Senada, Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menegaskan, partisipasi pelaku usaha kawasan tidak sekadar membuka lowongan, tetapi juga membuka jalan bagi tenaga kerja lokal berkembang di industri berstandar internasional.
“KEK Kendal berkomitmen menjadi mitra strategis Pemkab Kendal dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kompetensi SDM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Partisipasi kami di job fair ini adalah bukti nyata kontribusi kawasan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, KEK Kendal juga aktif memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Tenaga Kerja, dan lembaga pendidikan vokasi, termasuk Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu. Tujuannya, memastikan tersedianya tenaga terampil siap pakai untuk industri berorientasi ekspor.
“Kami akan terus menghadirkan peluang kerja baru, membangun ekosistem industri, dan memastikan manfaat kehadiran kawasan benar-benar dirasakan masyarakat Kendal,” tegas Juliani.(ags/iza)










