Untuk konsep pengajian, Bupati menyebut, Pemkab Jepara masih akan mendesain rancangannya. Dalam hal ini, pihaknya menggandeng tokoh-tokoh agama yang berpengalaman di bidang pendidikan keagamaan untuk mematangkan konsep kegiatan sebelum diterapkan.
“Artinya kos bebas dan dampak sosial ini menjadi perhatian Pemkab Jepara. Kita ingin Jepara mendapat keberkahan, jadi kita benahi pelan-pelan,” imbuhnya.
Meski begitu, program ini pada tahap awal akan difokuskan pada penguatan pendidikan agama Islam, mengingat mayoritas penduduk Jepara beragama Islam.
Namun, Pemkab memastikan jika ada kebutuhan pembinaan keagamaan bagi pekerja non-Muslim, pihaknya juga akan mengakomodir.
“Maraknya kos bebas kita kaji, tapi pendekatan yang kita pakai adalah pendidikan agama. Sementara kita fokus pada Islam dulu, nanti kalau ada keperluan non-Muslim akan kita akomodir,” tandas Witiarso. (oka/gih)










