Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair Jateng 2025, Pelamar: Saya Butuh Kerja untuk Keluarga

SUASANA : Ribuan pencari kerja tumpah ruah di Job Fair Disnakertrans Jawa Tengah 2025 yang digelar di Semarang, belum lama ini. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ribuan pencari kerja tumpah ruah di Job Fair Disnakertrans Jawa Tengah 2025 yang digelar di Semarang, Kamis (21/8). Sejak pagi, antrean panjang sudah tampak di lokasi pameran. Mereka datang dengan harapan besar ingin mendapatkan pekerjaan baru. Namun, di balik ratusan lowongan yang ditawarkan, kisah para pelamar ternyata penuh perjuangan.

Seperti yang dialami Tri Wahyu Hidayat (36), warga Demak. Sudah tiga bulan ini ia menganggur setelah di-PHK dari perusahaan furnitur di Sayung, tempatnya bekerja sejak 2019. Bersama 16 rekannya, Tri harus berhenti bekerja karena orderan menurun.

“Sejak Mei saya sudah melamar ke lebih dari 20 perusahaan. Tapi sampai sekarang belum ada panggilan. Banyak lowongan membatasi maksimal umur 35 tahun. Padahal saya juga butuh kerja untuk keluarga,” keluh ayah dua anak ini.

Tri mengaku sering kalah bersaing dengan pelamar yang lebih muda. Meski berpengalaman di bidang produksi, ia kerap tersisih hanya karena faktor usia. Untuk bertahan hidup, kini ia hanya mengandalkan usaha kecil-kecilan sang istri.

“Kalau ada kesempatan wawancara saja, saya yakin bisa menunjukkan kemampuan. Tapi kesempatan itu saja sulit didapat,” imbuhnya.

Berbeda dengan Tri, Gilang Adi Kurniawan (19) justru datang dengan semangat anak muda. Lulusan SMK jurusan mekatronika ini baru sebulan lalu resign dari pekerjaannya di sebuah pabrik mesin perbankan di Semarang.

“Awalnya saya kerja di produksi, tapi kemudian dipindah ke bagian teknisi lapangan. Gaji tetap sama, sementara biaya di luar malah tambah. Jadi saya putuskan keluar,” tutur pemuda asal Kalimantan yang sejak 2014 tinggal di Semarang ini. Gilang mengaku tetap berharap bisa bekerja di sektor produksi. Namun, jika ada kesempatan ke luar negeri, ia lebih memilih Jepang atau Taiwan.

“Kalau bisa ke luar negeri, gajinya lebih tinggi. Sudah hampir setahun saya cari info ke sana. Saya sebenarnya sudah nyicil untuk ke Taiwan. Cuma kendalanya masih belum bisa ikut kursus bahasa karena biayanya lumayan besar. Ada juga seleksi kesehatan di Jakarta, itu yang masih bikin ragu-ragu. Sebenarnya sudah nabung untuk daftar, tapi masih ada rasa takut juga,” akunya.

Job Fair kali ini juga dimanfaatkan sekolah untuk membantu para alumninya. Dwi Maulana Kristanto, guru SMK Negeri 2 Klaten, bahkan datang dengan membawa 20 anak didiknya.

“Kami fasilitasi anak-anak yang belum bekerja supaya bisa langsung cari kesempatan di sini. Dari pengalaman, lebih dari 75 persen alumni yang ikut job fair bisa terserap kerja,” jelasnya.

Sebagai informasi, Dinas Tenaga Kerja dan Tramsmigrasi (Disnakertrans) Jateng, menggelar Job Fair Jateng 2025 di halaman Kantor Disnakertrans 21-22 Agustus 2025, menghadirkan 43 perusahaan dengan 6.654 lowongan dari 288 jabatan. Ratusan stand perusahaan dibanjiri ribuan pelamar yang berharap segera mendapatkan pekerjaan, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. (luk/iza)