BI Jateng Gelar Olimpiade CBP Rupiah, Ratusan Siswa SD-SMP Adu Literasi Keuangan

SUASANA: Olimpiade Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Tingkat SD dan SMP se-Kota Semarang 2025 di Kantor BI Jateng, Senin (25/8/25). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan Kota Semarang menggelar Olimpiade Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Tingkat SD dan SMP se-Kota Semarang 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada Senin–Selasa (25–26/8/2025) di Kantor BI Jateng.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan pertama untuk tingkat SD dan kedua bagi tingkat SMP. Sebanyak 50 sekolah SD dengan 150 siswa kelas 4–6 serta 111 sekolah SMP dengan 222 siswa kelas 7–8 turut berpartisipasi.

Pada hari pertama, babak penyisihan tingkat SD diikuti enam sekolah. Yakni SDN Bulusan, SDN Jatisari, SDN Tawang Mas 1, SDN Ngaliyan 3, SDN Lamper Tengah 1, dan SDN Muktiharjo Lor 2. Hasilnya, SDN Jatisari meraih Juara 1, disusul SDN Muktiharjo Lor 2 (Juara 2) dan SDN Tawang Mas 1 (Juara 3). Hari kedua digelar untuk jenjang SMP.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BI Jateng, Nita Rachmenia menjelaskan, olimpiade ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman dengan Pemkot Semarang tahun lalu.

“Kami ingin melihat umpan balik dari siswa terkait materi ajar. Dari sini bisa terlihat konten mana yang belum sepenuhnya dikuasai. Sehingga materi bisa terus disempurnakan,” katanya.

Nita menambahkan, selain Kota Semarang, literasi rupiah kini mulai diperluas ke delapan daerah lain. Yaitu Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kota Surakarta, Kota Tegal, dan Kabupaten Banyumas.

“Harapannya tahun depan olimpiade seperti ini juga bisa digelar di daerah-daerah tersebut, hingga menjangkau seluruh Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Disdik Kota Semarang, Aji Nur Setiawan, menegaskan materi cinta, bangga, dan paham rupiah sudah disebarkan ke seluruh SD dan SMP di Kota Semarang.

“Sejak awal BI melibatkan kami dalam penyusunan kurikulum dan modul, hingga kini ada olimpiade sebagai media evaluasi penerapan materi di sekolah,” ujarnya.

Menurut Aji, materi literasi rupiah biasanya diintegrasikan ke pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Namun, penerapannya bisa menyesuaikan kebutuhan sekolah.

“Target kami, seluruh kota dan kabupaten di Jateng nantinya bisa mengadopsi materi ini agar literasi keuangan tertanam sejak dini,” tegasnya. (luk/adf)