Siswi Italia Belajar di SMAN 1 Semarang

Ajang Diplomasi Budaya lewat Pertukaran Pelajar

PERLUAS WAWASAN: Siswi pertukaran pelajar asal Italia bernama Briselda Hamja berbincang dengan Kepala SMAN 1 Semarang, Kusno. (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SMA Negeri 1 Semarang kembali melanjutkan program pertukaran pelajar internasional. Tahun ini, sekolah yang terletak di Jalan Menteri Supeno tersebut kedatangan siswi asal Italia bernama Briselda Hamja. Selama satu tahun ke depan, Briselda akan mengikuti kegiatan belajar di kelas XI bersama siswa lain di sekolah itu.

Kepala SMAN 1 Semarang, Kusno mengatakan, program pertukaran pelajar antara Indonesia dan Italia telah berlangsung sekitar empat tahun. Setiap tahun, kedua pihak bergantian mengirimkan wakilnya. Pada 2024 lalu, giliran siswa SMAN 1 Semarang yang berangkat ke Italia. Sedangkan 2025 ini sekolah menerima siswa dari Negeri Pizza.

“SMAN 1 Semarang menerima siswa dari luar negeri yaitu Italia. Namanya Briselda Hamja, sekarang duduk di kelas XI. Tahun ini hanya satu siswa karena tahun lalu sudah ada siswa kami yang belajar di sana. Skemanya bergantian,” jelas Kusno saat ditemui, belum lama ini.

Selain Italia, lanjut Kusno, siswa SMAN 1 Semarang juga memiliki kesempatan mengikuti program pertukaran ke Amerika Serikat. Program tersebut diselenggarakan oleh lembaga nonpemerintah dan pihak sekolah memberikan dukungan penuh, terutama dalam hal perizinan serta fasilitasi administrasi.

“Kami membebaskan siswa untuk mengikuti program pertukaran dari berbagai pihak. Sekolah siap mendukung dengan memberi izin. Tahun ini meskipun tidak ada yang ke Italia, ada satu siswa kami yang sekarang sedang belajar di Amerika,” terangnya.

Menurut Kusno, program ini tidak hanya memberi pengalaman akademik baru, tetapi juga memperkuat diplomasi antarbangsa melalui jalur budaya. Pertemuan siswa lintas negara memungkinkan adanya saling pengenalan budaya sekaligus menumbuhkan sikap toleransi.

“Yang pasti pertama untuk saling mengenal budaya antarkedua negara. Yang kedua, tentu dalam rangka mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia,” ujarnya.

Lebih jauh, Kusno menekankan pentingnya pertukaran pelajar dalam memperluas wawasan siswa sekaligus menanamkan konsep Bhinneka Tunggal Ika secara global.

“Saya kira ini juga penting untuk mengembangkan konsep Bhinneka Tunggal Ika antarnegara. Ini bagian dari kita menjalin diplomasi, tidak hanya lewat pemerintah tapi juga melalui dunia pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Briselda Hamja mengaku gembira bisa menjalani pengalaman baru di Indonesia, khususnya di Kota Semarang. Meski awalnya sempat menghadapi kendala bahasa, ia merasa terbantu oleh keramahan teman-teman dan perhatian guru-guru.

“Awalnya memang agak sulit dengan bahasa, tapi sekarang lebih mudah beradaptasi. Saya menyukai Semarang karena orang-orangnya ramah. Guru-guru di sini juga sangat peduli dengan siswanya,” ungkap Briselda yang akrab disapa Elda.

Ia juga mencatat perbedaan sistem pendidikan antara Indonesia dan Italia. Menurutnya, di Italia siswa menempuh jenjang SMP selama dua tahun dan SMA selama lima tahun. Sedangkan di Indonesia, baik SMP maupun SMA masing-masing berlangsung tiga tahun. (luk/adf)