PEMALANG, Joglo Jateng – Kobaran api melalap bangunan kandang ternak milik Sunaryo, warga RT 03/RW 01, Desa Rembul, Kecamatan Randudongkal pada Rabu (26/8/2025) pukul 23.00. Total ada 10 ekor kambing dan 2 ekor sapi, dengan kerugian Rp90 juta.
Sekretaris Desa Rembul, Kecamatan Randudongkal, Tasir mendapatkan keterangan dari pemilik kandang mengatakan kejadian berawal dari nyala api yang sengaja dibuat untuk mengusir nyamuk di kandang ternaknya menjadi petaka. Rumah yang kosong ditinggalkan oleh Sunaryo selaku pemilik dan api yang masih menyala serta hembusan angin kencang membuat nyala si Jago Merah merambat cepat hingga menghanguskan bagian dapur dan seluruh kandang.
“Sekitar pukul 23.00 WIB terjadi kebakaran besar, tiupan angin cukup kencang jadi dengan cepat merembet dan menghanguskan kandang beserta ternaknya dan rumah bagian belakang. Pemiliknya ke rumah sodara di Desa Cibuyur Kecamatan Warungpring jadi api cepat merambat tanpa pantauan,” katanya.

Hal ini dibenarkan oleh KasatpolPP Pemalang, Achmad Hidayat yeng memperoleh laporan dari Pos Damkar Randudongkal. Total ada 10 ekor kambing dan 2 ekor sapi mati di tempat terpanggang si jago merah tanpa bisa kabur karena kondisi kandang yang terkunci.
Walaupun tetangga sekitar mencoba menyelamatkan, dengan kondisi api besar membuat mereka tak dapat berkutik, ada satu ekor kambing yang berhasil selamat namun melihat luka bakar kemungkinan kecil bisa bertahan hidup.
“Iya betul Rabu (26/8/2025) tengah malam kemarin kita dapat laporan, lalu menyambung ke Pos Damkar Randudongkal mengirimkan 1 armada untuk memadamkan. Infonya penyebab kebakaran dari kebul-kebul (pembakaran rumput kering, Red.) untuk mengusir nyamuk,” ungkapnya.
Dari hasil investigasi, diketahui total kerugian pemilik kandang mencapai kurang lebih Rp90 juta. Pihaknya mengimbau masyarakat terutama pemilik ternak menjaga kandang ketika menyalakan kebul-kebul, meminimalkan kejadian dan kerugian yg lebih besar dikemudian hari. (fan/adf)










