Kudus  

Pepaya California Jadi Andalan Ketahanan Pangan Desa Bae

RIMBUN: Kondisi kebun pepaya California yang dikelola Pemerintah Desa Bae dengan mengalokasikan 20% dana desa untuk program ketahanan pangan desa. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Bae mengalokasikan 20 persen lahan untuk pengembangan budidaya pepaya California sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Kebun tersebut berada di lahan milik desa.

Kepala Desa Bae, Agung Budiyanto mengatakan, pengalokasian lahan ini merupakan langkah awal dari upaya serius desa dalam mendukung ketahanan pangan yang produktif dan berkelanjutan. Anggaran 20 persen itu untuk penyiapan lahan untuk pepaya California.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk perguruan tinggi, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). Meski begitu, Agung mengakui bahwa pertemuan sebelumnya dengan pihak IPB belum sepenuhnya mencakup semua aspek teknis.

Agung menjelaskan, pepaya California dipilih karena memiliki banyak keunggulan. Di antaranya waktu panen yang cepat dan produktivitas yang tinggi.

Kepala Desa Bae, Agung Budiyanto. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

“Kalau pepaya itu kita setiap minggu bisa panen. Jarak buahnya cepat. Panennya itu enggak sekaligus, tapi berkelanjutan,” ungkapnya.

Untuk mendukung pengembangan ini, desa merencanakan distribusi sekitar 300 bibit pepaya pada tahap awal. Jumlah itu bisa bertambah sesuai kebutuhan.

“Bibit sekitar 300-an. Nanti ditambahkan,” tambahnya.

Menurutnya, hasil panen pepaya nantinya tidak hanya dijual di pasar lokal atau warung-warung kecil. Tetapi juga menyasar pasar yang lebih luas seperti restoran dan rumah sakit.

“Kalau memang kita sudah kerja sama dengan IPB, nanti panennya masuknya bukan yang warung-warung kecil ini, tapi ke restoran, rumah sakit, gitu,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari strategi desa untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Tidak hanya pepaya, Desa Bae juga telah memulai budidaya ikan lele dan tengah mempertimbangkan sektor lain seperti kambing dan ayam petelur.

“Lele aja sudah panen. Tapi nanti rencananya bukan hanya lele. Kita itu melihat potensi yang baik,” tuturnya. (uma/fat)