DEMAK, Joglo Jateng – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak terus mendorong sekolah-sekolah untuk aktif membangun budaya peduli lingkungan melalui program Adiwiyata. Program ini dinilai strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, tidak hanya bagi siswa, melainkan juga guru, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar.
PLT Sekretaris DLH Demak, Sudarwanto menjelaskan bahwa predikat sekolah Adiwiyata dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu Adiwiyata Kabupaten, Provinsi, Nasional, dan Mandiri. Masing-masing tingkatan memiliki standar berbeda, mulai dari pendampingan DLH Kabupaten, DLH Provinsi, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga kemandirian sekolah itu sendiri.
“Sekolah Adiwiyata Mandiri artinya sudah mampu mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi program lingkungan hidup tanpa pendampingan. Mereka berjalan secara mandiri dengan budaya yang sudah melekat,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Lebih lanjut, Sudarwanto menekankan pentingnya integrasi visi-misi sekolah dengan aspek lingkungan hidup. Hal itu termasuk memasukkan tema pengelolaan lingkungan ke dalam kurikulum dan rencana pembelajaran di semua mata pelajaran.
“Misalnya pelajaran Bahasa Indonesia bisa mengangkat tema menulis tentang siklus air atau konservasi tanah. Dalam pelajaran agama juga bisa membahas kebersihan dan menjaga lingkungan. Jadi semua mapel harus ada muatan lingkungannya,” jelasnya.










