KUDUS, Joglo Jateng – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Kudus, Selasa (7/10). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Kudus, seiring dengan program nasional digitalisasi pembelajaran yang kini mulai diterapkan di berbagai sekolah.
Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen meninjau langsung pemanfaatan bantuan perangkat interactive flat panel (IFP) atau media pembelajaran interaktif yang diberikan kepada sekolah. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas.
”Program ini memiliki landasan hukum yang jelas, baik dari inpres maupun barpress. Ini merupakan bagian dari prioritas nasional Presiden dalam rangka mendorong digitalisasi pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, distribusi perangkat dilakukan secara selektif dan berbasis persetujuan sekolah. Artinya, hanya sekolah yang bersedia menerima dan siap memanfaatkan fasilitas digital ini yang akan mendapatkan perangkat tersebut.
”Semua sekolah pada akhirnya akan mendapat bantuan, kecuali yang menolak. Kami memantau proses mulai dari produksi di pabrik, distribusi, hingga diterimanya perangkat oleh pihak sekolah. Setelah diterima, pihak sekolah menandatangani dokumen dan melampirkan bukti foto penerimaan,” jelasnya.
Abdul Mu’ti menambahkan, perangkat IFP tidak selalu membutuhkan jaringan internet. Konten pembelajaran juga dapat diunduh melalui kanal Ruang Murid dari Rumah Pendidikan, sehingga guru dan siswa tetap bisa belajar secara optimal meskipun di wilayah dengan keterbatasan akses internet.










