Pati  

Waspada! Kasus DBD di Pati Tembus 301, Musim Hujan Jadi Pemicu

MOMEN: DKK Pati saat melakukan pencegahan DBD, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pati tembus ratusan kasus pada tahun ini. Tinggi angka penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu karena disebabkan datangnya musim hujan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, jumlah kasus DBD di Kabupaten Pati mencapai 301 kasus. Angka ini terhitung sejak Januari sampai dengan pertengahan Oktober 2025 ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada DKK Pati, Salis Diah Rahmawati mengungkapkan, angka tertinggi terjadi pada Januari 2025. Yakni yang langsung tembus 77 kasus DBD.

Sedangkan angka terendah pada September 2025, yang hanya 9 kasus DBD. Jumlahnya kini pun semakin turun. Bahkan pada Oktober ini baru ada 5 kasus. Meskipun demikian, kasus DBD yang terjadi di Bumi Mina Tani tidak sampai menelan korban jiwa

“Tertinggi Januari. Terendah bulan September. Dari Januari sampai Oktober cenderung turun,” ungkapnya.

Ia menyebut, kasus DBD marak terjadi di musim penghujan. Meskipun demikian, kasus DBD ini masih terhitung wajar. Upaya mencegah penyebaran DBD pun selalu dilakukan.

“Di Pati tidak parah, biasa saja. Semoga semakin turun sampai akhir tahun,” ucapnya.

DKK Pati melakukan berbagai cara mencegah penyebaran DBD. Di antaranya penerbitan surat edaran terkait pencegahan DBD, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) rutin seminggu sekali, abatisasi, dan fogging.

“Musim penghujan paling rawan sehingga nyamuk lebih mudah berkembang biak. Tahun ini alhamdulilah tidak ada yang meninggal,” ucapnya.

Pihaknya pun memberikan imbauan kepada masyarakat Kabupaten Pati menerapkan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, dan melakukan upaya tambahan. Menurutnya lingkungan yang kotor bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Dinkes Kabupaten Pati terus mengimbau masyarakat untuk rutin melaksanakan PSN, terutama di musim hujan karena itu cara yang paling efektif untuk membasmi jentik nyamuk Aedes Aegypti. Gerakan 3M Plus adalah langkah utama yang harus dilakukan secara serentak dan berkala oleh seluruh warga,” terangnya. (lut/fat)