Penuh Semangat, Ratusan Siswa SD Serbu Kantor Gubernur Jateng Demi Gemar Makan Ikan

Tekan Inflasi dan Cegah Stunting

SUMRINGAH: Sejumlah siswa menyantap makanan bakso dari olahan ikan dalam Grakan Gemar Makan Ikan Central Java Fish Market #4 di Kantor Gubenur Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/11/2025). (MAKNA ZAEZAR-ANTARA FOTO/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Ratusan anak sekolah dasar memenuhi halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (11/11/2025). Dengan semangat menyanyikan yel-yel dan mengenakan seragam merah putih serta pramuka, mereka diajak gemar makan ikan dalam kegiatan Central Java Fish Market ke-4 bertema “Pangan Akuatik sebagai Alternatif Sumber Pangan Jawa Tengah.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang digagas Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng. Selain edukasi gemar makan ikan, acara juga diramaikan dengan lomba masak ikan, stan UMKM olahan hasil laut, serta pameran produk perikanan dari berbagai daerah.

Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra menjelaskan, inflasi Jawa Tengah pada Oktober 2025 mencapai 0,4 persen, salah satunya akibat kenaikan harga telur dan daging ayam ras. Karena itu, BI mendorong diversifikasi pangan melalui konsumsi ikan.

“Ikan itu diversifikasi pangan dalam rangka memitigasi risiko inflasi yang tinggi pada bahan pangan yang banyak diminta seperti ayam dan telur,” ujar Rahmat.

Menurutnya, konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah masih tergolong rendah karena sebagian besar menganggap semua lauk sebagai “iwak”. Akibatnya, banyak yang merasa sudah makan ikan padahal bukan.

“Edukasi kepada anak-anak SD ini penting agar sejak dini mereka mengenal berbagai macam sumber pangan. Sehingga tidak ada tekanan pada satu jenis bahan makanan saja,” tegasnya.

SUASANA : Central Java Fish Market ke-4 bertema “Pangan Akuatik sebagai Alternatif Sumber Pangan Jawa Tengah” di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (11/11/2025). (LU’LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

Rahmat menambahkan, potensi sektor perikanan di Jateng cukup besar. Kontribusinya terhadap PDRB triwulan III 2024 mencapai 12,88 persen dengan nilai ekspor kelautan dan perikanan Rp5,76 triliun atau volume 83,15 juta ton.

Selain menjaga stabilitas harga pangan, gerakan gemar makan ikan juga diharapkan berperan dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kecerdasan anak-anak.

“Gerakan ini bukan hanya soal inflasi, tapi juga untuk mengurangi angka stunting. Salah satu sumber protein terbaik tentu berasal dari ikan,” jelas Rahmat.