Selain edukasi umum, pendampingan khusus diberikan untuk ibu hamil berisiko tinggi. Seperti yang memiliki riwayat operasi caesar, hipertensi, atau penyakit penyerta lainnya.
”Jika masuk risiko tinggi, kami kunjungi setiap dua minggu sekali. Sedangkan kehamilan normal satu kali dalam sebulan,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Para ibu hamil diwajibkan mengonsumsi obat dan vitamin yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan selama 180 hari secara rutin.
Program Kelas Ibu Hamil disambut positif oleh para peserta. Nungki Nur Hidayanto, salah satu ibu hamil dengan usia kandungan empat bulan, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
”Saya jadi lebih paham tentang tanda-tanda persalinan dan perawatan bayi baru lahir. Selain itu, bisa sharing dengan bidan tentang keluhan yang saya alami,” ujarnya.
Melalui program ini, pihaknya berharap setiap ibu hamil di Demak dapat menjalani kehamilan dengan lebih aman, siap mental maupun fisik. Serta mampu merawat bayi dengan baik setelah dilahirkan. Program ini diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta menjadi benteng awal pencegahan stunting di Kabupaten Demak. (adm/fat)










