SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunjukkan keseriusan tinggi dalam menuntaskan masalah klasik perkotaan, yakni banjir dan persampahan. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, Pemkot resmi menaikkan alokasi dana penanganan banjir dan sampah menjadi Rp 500 miliar.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp 300 miliar. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil karena tema pembangunan kota pada 2026 difokuskan pada ketahanan pangan dan lingkungan.
“Banjir ini dalam kategori kami termasuk masalah lingkungan yang mendesak untuk diselesaikan. Sehingga ini menjadi fokus utama dan harus ada banyak alokasi anggaran di situ,” ujar Agustina saat dikonfirmasi, Selasa (2/12/25).
Pangkas Anggaran Rapat dan Internet
Untuk memenuhi kebutuhan dana jumbo tersebut, Agustina menempuh langkah efisiensi di pos-pos belanja rutin birokrasi. Pemkot melakukan penghematan pada anggaran makan minum rapat, tagihan listrik, hingga belanja jaringan internet, mengingat saat ini banyak layanan publik yang sudah terdigitalisasi.
Menurut Agustina, investasi besar di penanganan banjir sangat wajar karena kerugian ekonomi yang ditimbulkannya jauh lebih besar. Banjir kerap melumpuhkan aktivitas perdagangan, menghambat mobilitas warga, hingga mengganggu kegiatan sekolah akibat kemacetan.
Simulasi Drainase Jelang Puncak Hujan
Selain dukungan anggaran, Pemkot juga bergerak secara teknis. Wali Kota telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan simulasi aliran air di gorong-gorong. Tujuannya agar air kiriman dari daerah atas maupun wilayah sekitar bisa segera surut dan tidak menggenang lama.
“Air yang datang baik dari kabupaten/kota tetangga maupun dari wilayah atas, harus segera hilang saat sampai di sini. Saya kemarin sudah perintahkan untuk simulasi gorong-gorong,” tegasnya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah yang memiliki area halaman luas agar membuat lubang-lubang resapan untuk membantu penyerapan air. Langkah ini mendesak dilakukan mengingat prediksi BMKG yang menyebut curah hujan tinggi berpotensi terjadi pada bulan Januari.
Sebagai informasi, total APBD Kota Semarang tahun 2026 mencapai Rp 6,2 triliun. Alokasi Rp 500 miliar untuk banjir dan sampah menjadi salah satu pos belanja terbesar tahun depan. (hfh/adf)










