Kudus  

Kudus Hadapi Tekanan Harga Jelang Akhir Tahun

Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Kudus, Kusuma Agung Handaka saat memaparkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode November 2025. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) November 2025. Sejumlah komoditas pangan kembali menjadi pendorong utama inflasi bulanan, sementara beberapa bahan kebutuhan pokok justru memberi andil pada deflasi.

Secara month-to-month (M-to-M), pergerakan harga di Kudus menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Terutama pada komoditas hortikultura.

Bawang merah tercatat menjadi komoditas dengan andil inflasi M-to-M terbesar pada November 2025, yakni 0,041. Komoditas ini diikuti oleh cabai merah (0,027), emas perhiasan (0,025), cabai rawit (0,024), dan tomat (0,023).

Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Kudus, Kusuma Agung Handaka menjelaskan, kenaikan harga komoditas hortikultura masih dipengaruhi kondisi cuaca. Serta distribusi yang belum sepenuhnya stabil.

“Bawang merah dan cabai-cabaian mengalami kenaikan permintaan menjelang akhir tahun, sementara pasokannya tidak sebanyak bulan sebelumnya. Faktor cuaca juga turut memperlambat distribusi dari sentra produksi,” paparnya.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi melalui penurunan harga. Komoditas dengan andil deflasi terbesar yaitu telur ayam ras (-0,031) dan daging ayam ras (-0,024). Menyusul kemudian salak (-0,018), beras (-0,007), dan semangka (-0,006).